Tanpa kita sadari, sebenarnya banyak diantara kita yang masih keliru antara istilah "budaya" dan "ideologi". Oleh karena itu, melalui ini saya harap akan memberi sedikit gambaran tentang perbedaan dua kata tersebut. Sebelum itu, saya ingatkan bahwa sebaiknya Anda membaca dengan berhati-hati.
Budaya dan Ideologi. Saya rasa sebaiknya menyempitkan lingkupannya kedalam Skinhead saja. Mungkin Anda sudah tahu, "Skinhead" adalah satu budaya hidup. Atau pada rakyat Indonesia khususnya, Skinhead adalah suatu sub budaya. Di mana kita masih berbudaya Indonesia tetapi dalam waktu yang sama kita menjalankan budaya Skinhead yang telah di sesuaikan dengan keadaan budaya dan kepercayaan agama kita."Budaya" merupakan satu cara hidup kita dalam menjalani kehidupan di alam semesta ini. Setiap budaya haruslah disatukan dengan ideologi. Ini adalah sesuatu yang wajar dalam kehidupan. "Ideologi" adalah satu cara pemikiran atau pun pegangan hidup yang dibuat oleh manusia. Bisa disebut juga sebagai satu kepercaaan. Tetapi kepercayaan ini tidak berunsur keagamaan. Secara kasarnya, cara atau pegangan hidup yang datang dari Tuhan adalah sebuah "agama" dan cara atau pegangan hidup datang dari manusia adalah suatu "ideologi". Sebagai contohnya, Ideologi NAZI. Dari manusia, oleh Manusia dan untuk manusia. Tapi, sedikit yang menerimanya walaupun ideologi itu adalah ideologi untuk sebuah masyarakat yang dikenali sebagai manusia.
Lain dengan ideologi SHARP, yaitu sebuah ideologi yang diciptakan oleh manusia untuk golongan Skinhead semata-mata. Lingkupan SHARP lebih kecil jika dibandingkan dengan NAZI. SHARP adalah ideologi Skinhead semata-mata manakala NAZI adalah ideologi masyarakat manusia. Tidak berfikir ia orang Cina, Batak, Jawa, Skinhead, Punk, atau apa pun, ia boleh berpegang kepada ideologi NAZI. Kurang lebih sama dengan konsep Agama Islam. Tak pandang bangsa atau warna kulit, siapapun boleh memeluk Islam. Cuma, Islam datang dari Tuhan Yang Esa. Tetapi NAZI datang dari manusia yang terlalu mengagungkan bangsa sendiri. Kalau saya ditanya, siapa yang lebih kuat? NAZI atau SHARP? Tentu saya jawab NAZI walaupun saya berpegang kepada ideologi SHARP. Sebab apa? Sebab, jika Anda polisi, dokter, artis, karyawan, bahkan pelajar, Anda boleh berpegang kepada ideologi NAZI. Karena ideologi itu diciptakan untuk masyarakat manusia dan boleh dipakai oleh semua orang walaupun banyak yang tak mau menerimanya. Secara mudahnya, NAZI bukan satu ideologi untuk suatu (sub) budaya tertentu tetapi untuk sebuah masyarakat. Berlainan dengan ideologi SHARP, yaitu sebagai ideologi Skinhead saja. Bukan untuk masyarakat luas.
Saya harap Anda melihat perbedaannya. Secara kesimpulannya, Skinhead adalah satu sub budaya. Dan manusia yang berstatus Skinhead boleh berpegang pada ideologi SHARP ataupun NAZI. Walaupun demikian, haruslah diingatkan bahwa SHARP dan NAZI tak mungkin bersatu, karena kedua ideologi tersebut bertentangan antara satu sama lain. Walaupun begitu, kita masih bisa bersatu sebagai satu bangsa dan agama jika kita melupakan berbagai ideologi yang diciptakan manusia, dan mengutamakan asal usul kita (bangsa dan agama) - "Remember Our Root".
Apapun, ingin saya katakan disini. Walau kita berpegang dengan ideologi manapun. Kita harus mengutamakan bangsa dan agama. Jangan terlampau ekstrim ataupun fanatik dengan suatu sub budaya karena kita masih lagi manusia yang berbangsa Indonesia, berbudaya Indonesia dan beragama Islam. Saya harap Anda pembaca dapat sedikit pembuka pikiran. Tulisan ini datang dari isi kepala saya sendiri yaitu seorang manusia lemah yang telah belajar dari pengalaman kehidupan yang lalu.
Borick
Life becomes all that you want it to. your dreams stay big, and your worries stay small. you never need to carry more than you can hold.
Kamis, 15 April 2010
SkinHead, budaya atau ideologi...?
Selasa, 28 April 2009
Masyarakat Hacker...
Banyak artikel / tulisan di media tentang ‘hacker’ tapi tidak banyak yang membahas tentang budaya, etika, aturan yang mengatur komunitas misterius ini. Sebuah masyarakat yang hanya ada & dikenal diantara underground (demikian istilah mereka). Tulisan ini di sadur dari beberapa bahan di Internet underground seperti tulisan Gilbert Alaverdian akan mencoba membahas hal-hal ini, agar masyarakat umum dapat mengerti sedikit tentang sub-culture di dunia underground.
Di media & stereotype masyarakat tentang hacker adalah orang yang jahat dan suka merusak. Padahal arti sebetulnya hacker adalah tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Stereotype ABG 15 tahun, yang duduk di belakang komputer berjam-jam, masuk ke sistem dan men-delete atau menghancurkan apa saja yang bisa mereka hancurkan – "anak" ini dikenal sebagai cracker bukan sebagai hacker. Cracker ini yang sering anda dengar di berita / media, mematikan situs web, menghapus data dan membuat kekacauan kemanapun mereka pergi.
Di dunia elektronik bawah tanah (underground) nama jarang digunakan. Orang biasanya menggunakan nama alias, callsign atau nama samaran. Hal ini memungkinkan kita bisa menyamarkan identitas, dan di kenali sesama underground. Beberapa nama populer diantara hacker Indonesia bisa dikenali seperti hC, cbug, litherr, fwerd, d_ajax, r3dshadow, cwarrior, ladybug, chiko, gelo, BigDaddy dsb..
Apakah perbedaan mendasar antara cracker & hacker? Di http://www.whatis.com, cracker di definisikan sebagai "seseorang yang masuk ke sistem orang lain, biasanya di jaringan komputer, membypass password atau lisensi program komputer, atau secara sengaja melawan keamanan komputer. Cracker dapat mengerjakan hal ini untuk keuntungan, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem"
Hacker menurut Eric Raymond di definisikan sebagai programmer yang pandai. Sebuah hack yang baik adalah solusi yang cantik kepada masalah programming dan "hacking" adalah proses pembuatan-nya. Menurut Raymond ada lima (5) karakteristik yang menandakan seseorang adalah hacker, yaitu:
* Seseorang yang suka belajar detail dari bahasa pemrograman atau system.
* Seseorang yang melakukan pemrograman tidak cuma berteori saja.
* Seseorang yang bisa menghargai, menikmati hasil hacking orang lain.
* Seseorang yang dapat secara cepat belajar pemrogramman.
* Seseorang yang ahli dalam bahasa pemrograman tertentu atau sistem tertentu, seperti "UNIX hacker".
Yang menarik, ternyata dalam dunia hacker terjadi strata-strata (tingkatan) yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya, bukan karena umur atau senioritasnya. Saya yakin tidak semua orang setuju dengan derajat yang akan dijelaskan disini, karena ada kesan arogan terutama pada level yang tinggi. Untuk memperoleh pengakuan / derajat, seorang hacker harus mampu membuat program untuk eksploit kelemahan sistem, menulis tutorial (artikel), aktif diskusi di mailing list, membuat situs web dsb.
Jenis dan tingkataN Hacker
Hirarki Hacker
Mungkin agak terlalu kasar jika di sebut hirarki / tingkatan hacker; saya yakin istilah ini tidak sepenuhnya bisa di terima oleh masyarakat hacker. Oleh karenanya saya meminta maaf sebelumnya. Secara umum yang paling tinggi (suhu) hacker sering di sebut ‘Elite’; di Indonesia mungkin lebih sering di sebut ‘suhu’. Sedangkan, di ujung lain derajat hacker dikenal ‘wanna-be’ hacker atau dikenal sebagai ‘Lamers’.
Elite
Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada. Salah satu suhu hacker di Indonesia yang saya kenal di Teknik Elektro ITB, beliau relatif masih muda sekarang telah menjadi seorang penting di Research & Development Telkomsel.
Semi Elite
Hacker ini biasanya lebih muda daripada Elite. Mereka juga mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di kategorikan Lamer.
Developed Kiddie
Sebutan ini terutama karena umur kelompok ini masih muda (ABG) & masih sekolah. Mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya. Umumnya mereka masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
Script Kiddie
Seperti developed kiddie, Script Kiddie biasanya melakukan aktifitas di atas. Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
Lamerz
Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan yang ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS. Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.
Sombong
Sombong merupakan salah satu sebab utama seorang hacker tertangkap. Mereka menyombongkan diri & memproklamirkan apa yang mereka capai untuk memperoleh pengakuan dari yang lain. Hacker lain, karena pengetahuan-nya masih kurang, biasanya akan memilih target secara hati-hati. Secara perlahan mereka akan naik hirarki mereka sesuai dengan kemampuannya, tanpa menyombongkan dirinya.
Hacker Menolong Industri
Umumnya pembuatan software akan sangat berterima kasih akan masukan dari para hacker, karena dengan adanya masukan ini software yang mereka buat menjadi semakin baik. Memang kadang eksploit yang dihasilkan para hacker tidak langsung di peroleh si perusahaan software, tapi di tahan oleh komunitas underground ini – sampai digunakan oleh lamers & membuat kekacauan.
--------------------------
Etika Hacker...
Hacker tuh jg punya etika jd ga sembarangan dan seenaknya klo udah jd hacker...
Dalam komunitas hacker ternyata ada etika & aturan main yang membedakan antara hacker & cracker, maupun hacker kelas rendahan. Salah satu etika yang berhasil di formulasikan dengan baik ada di buku Hackers: Heroes of the Computer Revolution, yang ditulis oleh Steven Levy 1984, ada 6 etika yang perlu di resapi seorang hacker:
1. Akses ke komputer – dan apapaun yang akan mengajarkan kepada anda bagaimana dunia ini berjalan / bekerja – harus dilakukan tanpa batas & total. Selalu mengutamakan pengalaman lapangan!
2. Semua informasi harus bebas, tidak di sembunyikan.
3. Tidak pernah percaya autoritas – percaya pada desentralisasi.
4. Seorang hacker hanya di nilai dari kemampuan hackingnya, bukan kriteria buatan seperti gelar, umur, posisi atau suku bangsa.
5. Seorang hacker membuat seni & keindahan di komputer.
6. Komputer dapat mengubah hidup anda menuju yang lebih baik.
Aturan Main Hacker
Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio packetstorm.securify.com/d
* Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.
* Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.
* Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
* Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.
* Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.
* Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
* Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
* Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
* Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
* Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.
Jelas dari Etika & Aturan main Hacker di atas, terlihat jelas
sangat tidak mungkin seorang hacker betulan akan membuat kerusakan di komputer.
semoga bermanfaat.... "BoRICk"
Langganan:
Komentar (Atom)